Ejakulasi Dini (ED): Diagnosa,Gejala,Jenis,Penyebab & Cara Mengatasinya

pengertian ejakulasi dini, penyebab, gejala dan cara mengatasi

Ejakulasi Dini (ED): Diagnosa, Gejala, Tipe / Jenis, Penyebab & Cara Mengatasinya – Ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang paling banyak membuat frustasi seorang pria (menyerang 30% pria di dunia). Kondisi ini membuat pria malu, hilang percaya diri dan pada kasus yang lebih berat menyebabkan depresi.

ejakulasi dini

Penyakit paling menakutkan setelah impotensi ini membuat pria rela melakukan apa saja (saking frustasinya) demi kesembuhan. Termasuk melakukan penanganan dengan cara yang tidak jelas keamanannya, bahkan cara-cara yang susah dinalar oleh akal sehat.

Sebelum melakukan rencana pengobatan ED, Anda harus baca artikel ini terlebih dahulu agar memiliki pemahaman komprehensif terkait ejakulasi dini. Karena salah dalam memilih pengobatan, alih-alih menyembuhkan justru malah memperburuk gangguan seksual.

Postingan ini akan membahas ED secara lengkap, terbagi dalam pokok-pokok bahasan sebagai berikut :

Ejakulasi Dini : Diagnosa, Gejala, Tipe / Jenis, Penyebab & Cara Mengatasinya

  1. Penjelasan Apa Itu Ejakulasi Dini
  2. Gejala Ejakulasi Dini       
  3. Diagnosis Ejakulasi Dini Yang Tepat
  4. Jenis / Tipe Ejakulasi Dini
  5. Penyebab Ejakulasi Dini
  6. Daftar Cara-Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Lebih lanjut, mari kita bahas lebih detail satu persatu.

1. Penjelasan Apa Itu Ejakulasi Dini (ED)

Kondisi di mana pria ber-ejakulasi terlalu cepat ketika aktivitas seksual baru dimulai. Dengan kata lain, seorang pria tidak mampu menahan ejakulasi hingga waktu yang ia inginkan.

“terlalu cepat” dalam definisi ED di atas, agaknya terlalu umum dan mungkin bisa membuat Anda bingung.

Sebenarnya berapa sih ukuran / patokan waktu yang pasti, seseorang dianggap mengalami ED ?

Perlu Anda ketahui, para seksolog seantero dunia pun dalam mendefinisikan apa itu ED tidak memiliki dasar patokan yang pasti. Dari tahun ketahun berubah mengikuti perkembangan penelitian terkait topik ED.

Berikut perkembangan pengertian ED dari tahun 1950an hingga update terakhir tahun 2014 :

Tahun 1950, ED didefinisikan sebagai “ketidak mampuan seorang pria menahan ejakulasi sehingga tidak bisa memuaskan pasangannya. Pria didakwa mengidap ejakulasi dini jika tidak mampu membuat pasangannya orgasme, minimal terjadi pada 50% hubungan intim yang pernah dia lakukan.”

Tahun 2000, Di tahun ini keluar pengertian baru tentang ED yang benar-benar berbeda dari pengertian ejakulasi dini di tahun 1950.

Pada tahun ini, para seksolog mendefinisikan ED : “Terjadinya ejakulasi pada pria hanya dengan sedikit rangasangan seksual baik sebelum penetrasi atau sesaat setelah penetrasi penis ke vagina”

Tahun 2001, Di tahun ini seksolog menyatakan, pria dinyatakan menderita ED jika spermanya tumpah (ejakulasi) sebelum penis penetrasi ke vagina.

Tahun 2004, Pada tahun ini, ejakulasi didefinisikan “terjadinya ejakulasi maksimal 15 detik setelah penetrasi penis vagina”

Tahun 2008, Di tahun ini, ejakulasi didefinisikan “terjadinya ejakulasi maksimal 1 menit (60 detik) setelah penetrasi penis vagina”

Tahun 2014, The International Society of Sexual Medicine (ISSM)mengeluarkan pengertian dan diagnosa ejakulasi dini yang lebih komprehensif. Dan hingga saat ini masih digunakan sebagai acuan definisi dan diagnosa ejakulasi dini bagi kebanykan seksolog.

Definisi dan Diagnosa Ejakulasi Dini Menurut The International Society of Sexual Medicine (ISSM)

Secara komprehensif, berikut definisi dan diagnosa ejakulasi dini menurut ISSM yang sudah PapaTahanLama simpulkan :

  • Ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau 1 menit setelah penetrasi penis vagina.
  • Kondisi seperti ini terjadi sejak pertama kali berhubungan seksual (tipe primer) maupun terjadi pada pria yang sebelumnya normal (tipe sekunder).
  • Ketidakmampuan menahan ejakulasi di semua atau hampir semua penetrasi penis vagina.
  • Menimbulkan efek buruk bagi penderitanya, seperti turunnya sexual confidence, depresi dll.

2. Gejala Ejakulasi Dini

Tanda-tanda Anda akan mengalami ED sangat simpel, ejakulasi terjadi di luar kontrol atau kendali Anda.

Tahu orang yang tidak bisa mengontrol pipisnya ? air kemihnya tiba-tiba keluar begitu saja, padahal dia tidak merasa ingin kencing.

Itu contoh kasus gangguan saluran kencing, untuk gangguan seksual ejakulasi dini analoginya seperti itu. Pria ED saat berhubungan seksual, spermanya keluar begitu saja (ejakulasi), padahal saat itu dia belum menginginkan spermanya keluar.

3. Diagnosis Ejakulasi Dini Paling Tepat

Meskipun secara gejala, Anda terlihat mengalami ED. Namun jika Anda pergi ke dokter, tidak serta merta Anda langsung divonis menderita ejakulasi dini.

Untuk memastikan “vonis ejakulasi dini”, perlu diagnosis lanjut agar vonisnya benar-benar tepat.

European Urologist Association mengeluarkan guideline metode diagnosis ejakulasi dini. Ada 3 metode yang digunakan untuk mendiagnosis ejakulasi dini, yaitu :

  • Metode menghitung IELT (Intravaginal Ejaculation Latency Time).
  • Metode quesioner AIPE (Arabic Index of Premature Ejaculation)
  • Metode PEDT (Premature Ejaculation Diagnostic Tool)

Lebih detail mengenai ketiga metode ini, bisa Anda baca di sini —> Cara Tepat Diagnosis Ejakulasi Dini

4. Jenis / Tipe Ejakulasi Dini

Sebagian besar (kalau tidak boleh dikatakan semua), pria tidak tahu bahwa ED itu bermacam-macam, ada tipe dan jenisnya.

Masing-masing tipe atau jenis memiliki karakteristik sendiri dan penanganan yang berbeda. Inilah alasan pentingnya Anda mengetahui tipe-tipe ED.

Beberapa seksolog ada yang menggolongkan ED menjadi 2, yaitu : Ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder.

Seksolog lainnya menggolongkan ED menjadi 4, yaitu : ED primer, ED sekunder, ED tipe subyektif dan ED jenis variabel.

Ejakulasi Dini Tipe Primer

Ejakulasi dini tipe ini disebut juga ejakulasi dini seumur hidup. ED jenis ini muncul sejak pertama kali penderita melakukan aktivitas seksual, baik dengan cara berhubungan intim maupun masturbasi.

ED ini merupakan ED dengan tingkat paling parah. Para ahli mengatakan ejakulasi tipe ini tidak bisa disembuhkan tetapi bisa ditangani atau di “manage”.

Analoginya sama dengan orang yang bawaan lahirnya gemuk, dia bisa langsing dengan diet khusus yang ketat. Dan untuk menjaga agar tetap langsing, dia harus terus menjalankan program diet.

Berbeda dengan orang yang gemuk karena porsi makan yang lebih banyak dari biasanya. Cukup kembali ke porsi makan semula, sepanjang hidupnya akan langsing lagi tanpa perlu menjalankan diet khusus.

Penderita ED primer, dengan program terapi dan latihan tertentu bisa mencapai durasi seksual tahan lama layaknya pria normal. Tetapi agar dia tetap menjaga kemampuan tahan lama, sepanjang hidupnya harus terus menjalankan treatment atau latihan tersebut.

Berdasarkan hasil riset Marcel D Waldinger, expert di bidang neuropsychiatrist, ejakulasi dini primer 91% penyebabnya adalah faktor keturunan atau genetik.

Ejakulasi Dini Tipe Sekunder

Pria yang sebelumnya normal tidak mengalami ejakulasi dini, kemudian karena beberapa sebab entah karena sakit tertentu misal prostat atau sedang mengalami gangguan psikis yang kemudian mengganggu keseimbangan serotonin.

Karena gangguan-gangguan itu, Pria tersebut sekarang menderita ejakulasi dini. ED seperti ini masuk kategori ejakulasi dini sekunder.

Umumnya ketika gangguan baik secara fisik (sakit tertentu) ataupun gangguan psikisnya teratasi, ED yang diderita juga akan menghilang.

Ejakulasi Dini Jenis Subyektif

Sebenarnya pria penderita ED tipe ini normal. Pasangan seksualnyapun merasa puas dengan performanya. Secara medis, dokterpun memvonis dirinya sehat normal tidak mengalami ejakulasi dini sama sekali.

Tetapi pria ini merasa dirinya menderita ejakulasi dini, karena merasa kurang puas dengan kemampuan tahan lamanya.

Penyebab ED seperti ini adalah masalah psikologis. Kemungkinan besar dia membandingkan dengan orang lain, entah cerita teman atau menonton film dewasa.

Perbandingan dirinya dengan cerita teman atau kemampuan aktor film dewasa, secara psikologis membuat dirinya merasa kurang tahan lama. Inilah mengapa dia merasa kurang puas dengan kemampuan tahan lamanya dan merasa menderita ED.

Ejakulasi Dini Tipe Variabel

ED tipe ini terjadi pada kondisi-kondisi tertentu. Misal ejakulasi dini dengan pasangan tertentu atau keadaan tertentu.

Pria ini mengalami ejakulasi dini misal saat berhubungan intim dengan wanita kulit hitam. Namun dia sama sekali tidak mengalami ejakulasi dini saat berhubungan intim dengan wanita selain warna hitam, seperti wanita kulit coklat, kulit kuning maupun kulit putih.

Pada keadaan tertentu, misal melakukan seks outdoor (seperti di pantai, hutan atau taman rumah) dia ejakulasi dengan cepat. Kemudian ketika bercinta di kamar (indoor) dia normal dan mampu tahan lama.

5. Penyebab Ejakulasi Dini / Mani Encer

Hingga saat ini, sebenarnya dunia medis belum benar-benar sepenuhnya tahu secara pasti apa penyebab utama ejakulasi dini. Yang jelas ED terjadi ketika otot panggul bawah (otot PB) atau otot PC (Pubococcygeus) lemah dan tidak mampu mengontrol terjadinya ejakulasi.

Namun penyebab lemahnya otot panggul bawah ini belum sepenuhnya diketahui secara pasti.

Penyebab yang saat ini muncul masih sifatnya dugaan-dugaan. Dahulu, hampir mayoritas seksolog baik dari kalangan dokter medis, terapis maupun psikolog menyatakan bahwa penyebab terbesar ED adalah masalah psikologis.

Memang benar cukup banyak penderita ED yang memiliki masalah psikologis. Namun tidak sedikit fakta di lapangan, pria yang sehat walafiat secara psikis tetapi menderita ED.

Dengan fakta ini, pendapat yang menyatakan faktor psikologis sebagai penyebab utama ED terbantahkan.

Selanjutnya beberapa tahun terakhir dunia medis menyatakan bahwa penyebab utama ED adalah faktor genetik dan beberapa gangguan fisik.

Hasil penelitian Marcel D Waldinger, mengungkapkan 91% penderita ED primer karena mereka keturunan orang yang mengalami ejakulasi dini.

Selain itu, masalah fisik seperti penis hipersensitif (sangat mudah terangsang) dan beberapa gangguan kesehatan seperti prostat dan hipertiroid, membuat penderitanya mengalami ED.

Kesimpulannya, ejakulasi dini disebabkan bukan hanya satu faktor utama. Melainkan oleh beberapa faktor seperti : psikologis, fisik, keturunan atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

6. Cara-Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Secara umum penaganan ejakulasi dini dibagi dalam beberapa metode utama, yaitu :

  1. Penanganan oral: minum jamu, herbal, obat atau pil.
  2. Operasi penis
  3. Penggunaan anestesi topikal (bius / pemati rasa lokal)
  4. Latihan fisik : kegel, teknik start-stop & squeeze

Mengatasi ED Dengan Minum Jamu atau Obat

Banyak beredar obat minum untuk ejakulasi dini, bisa berbentuk jamu, herbal maupun obat kimia. Jamu biasanya berbentuk minuman seduh. Sedang untuk herbal atau obat kimia biasanya berbentuk pil atau kapsul.

Hingga saat ini, untuk obat jenis tradisional (jamu, herbal) belum ada satupun yang benar-benar efektif mengatasi ED. Jamu atau herbal tradisional yang beredar di pasaran umumnya efektif untuk meningkatkan libido dan memperkeras ereksi penis. Tapi sama sekali tidak membuat penis tahan lama saat berhubungan intim.

Sedang untuk obat kimia / farmasi, ada beberapa yang efektif mampu membuat hubungan intim lebih lama.

2 yang cukup terkenal yaitu tramadol dan dapoxetine (priligy). Tramadol sejatinya obat pengurang rasa nyeri tingkat sedang hingga berat, seperti nyeri akibat operasi. Tapi cukup efektif untuk menunda ejakulasi sehingga mampu memperlama ereksi saat penetrasi vagina.

Sedang dapoxetine / priligy, jenis SSRI (Selective Serotonin Re-upatek Inhibitors) yang memang khusus dikembangkan untuk memperlama ejakulasi. Cara kerjanya dengan menghambat serotonin transporter sehingga bisa menunda terjadinya ejakulasi.

Namun perlu diperhatikan, penggunaan obat farmasi ini cukup beresiko. Anda tidak boleh sembarangan mengkonsumsinya. Harus dengan resep dokter agar dosis dan frekwensi pemakaiannya tepat.

Mengobati ED Dengan Operasi Penis

Beberapa rumah sakit maupun klinik urologi menawarkan solusi ED dengan operasi saraf dorsal penis. Alasannya, pada penis hipersensitive, operasi saraf dorsal bisa menurunkan sensitivitas penis sehingga bisa lebih lama menunda ejakulasi.

Untuk operasi tentunya berbiaya mahal. Biasanya dokter juga jarang yang dengan mudah menganjurkan Anda untuk operasi karena alasan resiko.

Oleh karena itu jika Anda berniat untuk melakukan penyembuhan ejakulasi dini dengan cara operasi, Anda harus mendatangi tidak hanya 1 dokter spesialis tapi beberapa dokter.

Hal ini agar Anda mendapatkan beberapa opini dari masing-masing dokter. Jika dari mayoritas dokter yang Anda kunjungi menyarankan operasi, maka keputusan yang Anda buat bisa lebih mantap dan meyakinkan.

Penggunaan Anestesi Topikal Untuk Pria ED

Anestesi topikal cara kerjanya sebagai bius atau pemati rasa lokal pada area penis. Dengan dosis yang tepat, bisa mengurangi sensitivitas penis. Sehingga bisa menunda terjadinya ejakulasi dini.

Anestesi topikal di pasaran tersedia dalam bentuk herbal maupun kimia. Untuk herbal biasanya menggunakan bahan utama hajar jahanam, berasal dari getah tumbuhan yang hidup di daerah Mesir dan India.

Untuk yang berbahan kimia, kandungan utamanya lidocaine atau benzocaine. Di pasarkan dalam bentuk obat semprot / oles atau dalam bentuk kondom tahan lama (sebagai campuran pelumas kondom tahan lama).

Penggunaan anestesi lokal sangat efektif dan minim resikonya.

Tetapi ada beberapa kekurangan seperti :

  • Jika terlalu banyak dosisnya, membuat penis mati rasa dan untuk hajar jahanam akan terasa sangat panas. Tapi setelah reaksi anestesi topikal hilang, penis bisa normal kembali seperti semula.
  • Jika kurang bersih mencuci penis setelah pengolesan, vagina istri terkena efeknya. Ikut-ikutan tidak sensitif, sehingga tidak merasakan kenikmatan seks.

Untuk mengatasi problem-problem obat oles atau semprot di atas, maka munculah kondom tahan lama. Lidocaine atau benzocaine biasanya dicampurkan pada pelumas kondom.

Dengan kondom, penderita ED tidak perlu repot mengatur dosis pemakaian seperti penggunaan obat semprot/oles. Selain itu, dengan kondom dijamin vagina istri tidak terkena reaksi benzocaine atau lidocaine yang mengurangi sensitivitas kulit.

Namun beberapa pasangan ada yang merasa kurang nyaman berhubungan intim menggunakan kondom.

Kesimpulannya, Anda perlu trial error untuk mencoba yang paling cocok di antara penggunaan obat semprot, oles maupun kondom tahan lama.

Trial error dosis obat semprot/oles dan cuci beberapa kali setelah pengolesan dengan sabun hingga benar-benar bersih. Sehingga reaksinya tidak tertransfer ke Miss V pasangan.

Latihan Fisik Untuk Mengatasi ED / Mani Encer

Latihan fisik yang sering digunakan untuk terapi ejakulasi dini adalah

  • Senam kegelPenelitian menunjukkan 75% penderita ED bisa diatasi dengan senam kegel. Namun banyak yang mengeluh tidak mendapatkan hasil apa-apa dengan senam kegel.Menurut PapaTahanLama, kemungkinannya karena kurang konsisten atau salah teknik dalam mempraktekkannya.Lebih lanjut bisa Anda baca : Senam Kegel yang Efektif Atasi ED
  • Teknik start-stop & squeeezeCara ini bisa dibilang sebagai metode penyembuhan ED paling nikmat.
    Lebih rinci, Baca : Mengatasi ED Dengan Cara yang Paling Nikmat
  • Latihan pernafasanPernafasan bisa dibilang kunci utama segala kekuatan fisik, baik itu untuk atlet, pekerja maupun penyembuhan. Termasuk dalam hal ini usaha penanganan ED. Wajib Anda Baca : 7 Langkah Atasi ED

Kelebihan latihan-latihan tersebut, selain cukup efektif mengatasi ejakulasi dini juga sangat minim resiko.

Dan ketika berhasil, Anda bisa lebih menikmati seks secara alami, tanpa perlu bantuan obat kimia dan tanpa ribet mengatur dosis dan menyemprotkan herbal oles / semprot setiap hendak berhubungan intim.

Dan sangat cocok bagi Anda yang tidak suka menggunakan kondom atau pemilik kulit penis alergi terhadap herbal oles maupun obat semprot.

Kekurangan penyembuhan ED dengan latihan fisik yaitu memerlukan usaha dan ketekunan yang mungkin berlangsung antara 3-6 bulan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *