Mengatasi Ejakulasi Dini Cara Islami, Begini Cara Yang Benar

hukum cara mengatasi ejakulasi dini secara islami yang benar

Mengatasi Ejakulasi Dini Cara Islami, Begini Cara Yang Benar –  Ejakulasi dini (ED) atau sering juga disebut ejakulasi prematur banyak diderita oleh pria. Prosentasenya antara 30-40% dari pria di dunia ini, mengalami penyakit yang menjadi momok bagi kebahagiaan pasangan suami istri.

Hal ini karena menimbulkan masalah bagi kedua belah pihak. Si istri jadi kesal karena belum terpuaskan, di saat suaminya sudah loyo karena tidak tahan lama saat berhubungan badan.

Bagi suami, selain tidak bisa menikmati “ibadah ranjang” dengan maksimal, juga mengakibatkan turunnya tingkat kepercyaan diri. Jika tidak segera diatasi akan menjadi beban psikologis yang efeknya bisa merembet kemana-mana.

hukum cara mengatasi ejakulasi dini secara islami yang benar

Pandangan Islam Terhadap Penderita Ejakulasi Dini

Ada celetukan di masyarakat awam, yang kelihatan sepele tapi sangat dalam artinya, “Percuma saja banyak harta, percuma punya tahta, percuma punya istri wanita cantik, kalau kejantanan seperti krupuk basah”. Lantas bagaimana pandangan Islam bagi pria pengidap ejakulasi prematur ini ?

Kami nukil satu fatwa dari Al-Imam Abdullah bin Mahmud bin Mawdud Al-Maushiliy Al-Hanafiy –rahimahullah– beliau berkata, “Apabila si suami impoten, kemudian si istri menggugatnya karena masalah tersebut, maka hakim memberikan waktu tenggang kepada suami dalam jangka waktu satu tahun. Bila sudah sampai satu tahun, bila suami sudah bisa melakukan hubungan badan, (maka tidak dipisah / dicerai). Tapi jika suami tidak mampu, maka dicerai diantara keduanya, jika sang istri meminta hal tersebut. Karena istri memiliki hak jimak, sehingga ia memiliki hak menuntut dalam urusan tersebut”

Jika dilihat dari fatwa Al-Imam Abdullah bin Mahmud bin Mawdud Al-Maushiliy Al-Hanafiy –rahimahullah– di atas, memang tidak disebutkan ejakulasi dini tetapi impotensi. Kalau dipahami lebih lanjut, sebagai sikap berjaga-jaga pria, maka memuaskan istri di ranjang adalah suatu keharusan. Karena salah satu tujuan terbesar pernikahan adalah untuk mencegah perzinaan.

Jika istri tidak mendapat kepuasan karena suami tidak mampu tahan lama di ranjang, sedang (maaf) hasrat seksual si istri besar, hal ini bisa menimbulkan terjatuhnya istri pada perbuatan zina. Jadi melakukan pengobatan untuk menjaga hasrat seksual istri terpuaskan merupakan suatu keharusan. Dan jika diniatkan sebagai ibadah, insyaAllah akan mendapatkan pahala dan di sembuhkan oleh Allah Zat Yang Maha Memberi Kesembuhan.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut :

“Rasulullah SAW bersabda : Wahai hamba Allah berobatlah, karena Allah telah menurunkan obat untuk tiap penyakit yang Dia turunkan, kecuali satu penyakit. Para sahabatpun bertanya, Apakah penyakit tersebut wahai Rasulullah ?, Beliau Rasulullah  menjawab, umur tua”
(Hadits Riwayat Tirmidzi No 1961 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih XX/202)

Penyebab terjadinya ED

Penyebab utama ED hingga saat ini belum sepenuhnya diketahui secara pasti oleh para ahli seksologi. Sehingga penyebab-penyebab yang muncul sifatnya hanya dugaan.

Dahulu para dokter meyakini bahwa penyebab terbesar ED adalah faktor psikologis. Namun belakangan ini, penelitian menunjukkan penyebab utama ejakulasi dini adalah faktor genetik atau keturunan.

Selain itu ED juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit-penyakit tertentu.

Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan pria tidak mampu tahan lama ketika bersetubuh : penyakit darah tinggi, stroke, operasi prostat yang menyebabkan kerusakan saraf, kurangnya hormon testosteron.

Semakin memperparah kondisi ED ketika penderita  minum secara terus menerus obat-obatan penurun darah tinggi, obat antidepresan, antiandrogen, estrogen, kelelahan secara fisik.

Ejakulasi dini karena faktor psikologis, biasanya penderita mengalami stress, depresi, cemas atau merasa memiliki pengalaman buruk di masa lalu, salah satunya kebiasaan onani.

Baca Juga : Tips Jitu Atasi ED Karena Sering Onani

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Menurut Islam

Untuk mengatasi ejakulasi dini, agar proses penyembuhan bisa efektif maka perlu dilihat dahulu apakah ejakulasi dini disebabkan oleh masalah patologis, psikis atau genetis.

Jika penyebabnya masalah psikis, maka Anda perlu konseling dengan psikiater. Jika penyebabnya patologis, maka Anda harus menyembuhkan dahulu penyakit penyebab ejakulasi dini. Misal Anda mengalami darah tinggi sehingga menyebabkan terjadinya ejakulasi dini, maka Anda harus menangani terlebih dahulu problem darah tinggi itu.

Dua hal yang sangat menentukan kesembuhan ejakulasi dini adalah:

Pertama, Anda mau membuka diri dengan tidak malu melakukan terapi atau pengobatan.

Kedua, dukungan dari sang istri. Karena dengan adanya dukungan istri sangat besar pengaruhnya dalam menurunkan tingkat stress atau depresi.

Sebaliknya jika istri uring-uringan dan selalu menuntut dan menekan agar terpenuhi hasrat seksualnya, hal ini bukan semakin memperbaiki malah semakin memperburuk masalah. Oleh karena itu komunikasi yang baik suami istri, mutlak diperlukan.

Menurut syariat Islam, sangat dianjurkan untuk mengobati penyakit yang bisa menimbulkan dampak buruk terhadap rumah tangga, termasuk ejakulasi dini. Tetapi ketika melakukan penyembuhan atau pengobatan harap diperhatikan poin-poin berikut ini :

  1. Tidak boleh melakukan pengobatan dengan sesuatu yang diharamkan. Misal berobat dengan memakan otak monyet yang dipercaya bisa meningkatkan kekuatan pria.
  2. Tidak boleh berobat dengan sesuatu yang menimbulkan masalah / madharat yang lebih besar. Misal minum pil atau obat penenang yang berbahaya atau minum obat kuat yang dapat memicu serangan jantung.
  3. Ketika terapi dilarang membuka aurat. Misal pijat ke terapis dengan mengurut Mr. P Anda secara terbuka.
  4. Dilarang berobat ke dukun dengan menggunakan jampi-jampi yang tidak sesuai syariat.

Demikianlah panduan pengobatan ejakulasi dini secara Islami agar suami tahan lama di atas ranjang. InsyaAllah dengan niat ikhlas untuk kebaikan berumah tangga, Allah akan memberi pahala dan kesembuhan kepada Anda.

Baca Juga : Cara Mengobati Ejakulasi Dini Ringan Dengan Cara Paling Nikmat

Sebagai tambahan jika kita sabar menghadapi problem ini, Allah akan meridhoi dan menghapuskan dosa-dosa kita di dunia. Sebagaimana hadits Rasulullah :

“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia” (Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi no. 2396)”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *